Alexander The Great Adventures
![]() |
| Cover Buku Alxander The Great Adventures: Petualangan Legendaris |
Pada bagian awal, dijelaskan bahwa raja Philip II sangat resah karena permaisurinya tak kunjung punya Anak. Philip II bahkan sampai mengancam Olympias akan meningalkannya jika tidak segera hamil. Olympias pun bingung.
Suatu waktu, seorang penyihir terkenal di daerah Yunani berjanji akan membantunya, dengan kekuatan dewa Ammon, yaitu dewa orang-orang Lybia. Penyihir tersebut bernama Nectanebo. Dikisahkan bahwa dia adalah mantan raja Mesir yang melarikan diri. Setalah kalah perang dari serangan tentara Persia.
Singkat cerita, Olympias pun hamil setelah melakukan ritual di kamar pribadinya. Hal tersebut malah membuat Olympias semakin resah, karena anaknya bukan dari raja Philip. Tak ayal, ternyata yang menghamili Olympias adalah sang penyihir tersebut, Nectanebo.
Setelah lahir, anak Olympias diberi nama Alexander. Raja Philip ragu ia adalah anak kandungnya. Nampak semakin dewasa, Alexander semakin tidak mirip dengannya.
Alexander pun mulai ragu sebagai anak raja Philip. Ia mendatangi sang penyihir Nectanebo untuk meminta penjelasan tentang Ibunya. Nectanebo mengakui bahwa Alexander adalah anaknya dari hubungannya dengan Olympias. Alexander marah dan membunuh ayah kandungnya sendiri.
Alexander tumbuh menjadi anak yang kuat dan pandai berperang. Kuda hitam yang tidak bisa dijinakkan oleh banyak orang, berhasil ditaklukan oleh Alexander. Kuda tersebut menjadi salah satu hewan kesayangan Alexander, dan diberi nama Bucephalus.
Suatu waktu, Raja Philip mengizinkan Alexander untuk mengikuti pertarungan balap-kereta perang. Alexander dengan Bucephalus berhasil mengalahkan pesaing dari kerajaan lain, seperti Nicolaus dari Acarnania, Xanthias dari Boeotia dan Cimon dari Corinthia.
Raja Philip akhirnya meninggal akibat serangan dari musuhnya yang menyelinap kedalam turnamen Olympiade. Alexander kemudian menjadi raja menggantian ayahnya diusia delapan belas tahun. Ia pun memerintah kerajaan Macedonia.
Menaklukkan Yunani, Romawi, Mesir
Alexander segera mengumpulkan pasukan Macedonia, lalu membuat aliansi yang besar. Daerah-daerah di Yunani mulai dikuasi satu persatu. Athena yang dipimpin oleh dua belas Dewan Jenderal menolak untuk tunduk kepada Alexander. Athena percaya akan menang melawan Alexander. Namun hasilnya sebaliknya, Alexander berhasil menguasi Athena dan seluruh daratan Yunani.
Wilayah Roma menjadi target selanjutnya. Alexander berlayar dengan pasukan yang sangat besar. Pemimpin Roma merasa takut dan langsung menyerah. Wilayah Roma pun masuk dalam teritorial kekuasaan Alexander the Great.
Alexander dan pasukannya kemudian berlayar menuju Afrika. Kapal trireme yang membawa mereka penuh dengan harta, emas, senjata, dan tentu saja ribuan tertara. Alexander sampai di daerah Carthage, wilayah Tunisia sekarang. Kemudian ia melanjutkan ke daerah Lybia.
Ketika di Lybia, Alexander datang ke Altar dewa Ammon. Alexander masih percaya bahwa ayahnya adalah seorang dewa, seperti yang diceritakan oleh Ibunya. Setelah bersemedi, Alexander mendapatkan petunjuk untuk membuat sebuah kota yang diberi nama sesuai dengan namanya sendiri. Itulah, kota Alexandria yang dibangun dengan pondasi batu besar dan sistem irigasi yang dibuang ke laut. Kota modern pada zamannya!
Melawan raja Darius dari Persia
Target selanjutnya adalah musuh bebuyutan orang-orang Yunani, yaitu raja Darius dari Persia. Alexander berlayar menuju Asia. Sesampainya di daerah Tyre, Libanon sekarang, Alexander disambut dengan surat ancaman raja Darius. Alexander tak gentar.
Perang pertama terjadi didaerah Cilicia, wilayah Syria sekarang. Pasukan Macedonia mampu memojokkan Darius. Tentara Persia banyak yang terbunuh, akan tetapi raja Darius berhasil kabur. Alexander berhasil menawan keluarga, istri, ibu, dan putri-putri Darius.
Darius mencoba mengumpulkan pasukan Persia kembali. Ia meminta bantuan para gubernur yang loyal kepadanya. Alexander dan Darius kembali mengirim surat satu sama lain. Isinya masih sama yaitu ancaman kepada masing-masing pasukan.
Perang kedua berada di Tigris, wilayah Irak sekarang. Pasukan Macedonia kembali menyerbu perkemahan Persia. Raja Darius kewalahan dan mulai melarikan diri. Alexander kembali memperoleh kemenangan.
Darius tidak menyerah, lalu dia meminta bantuan raja India untuk membantunya. Raja India menolak dan memberi saran kepada Darius untuk menyerah kepada Alexander.
Pengawal Darius kemudian mulai tidak percaya lagi kepada kekuatan Persia. Mereka berniat membunuh Darius untuk diserahkan kepada Alexander. Darius melawan dan terluka parah. Alexander dan tentaranya datang ke perkemahan Darius, dan melihat Darius sedang sekarat. Dari situlah, Darius mengaku kalah kepada Alexander. Ia meminta ibu, istri, dan putri-putrinya untuk diperlakukan baik oleh Alexander.
Mencari Ujung Dunia
Setelah penaklukan Persia, Alexander the Great mencoba untuk meihat bagaimana ujung dunia. Ia melakukan perjalanan bersama tentara pilihannya. Mereka melewati lembah, gunung, sungai, rawa, dan hutan yang tak berujung.
Catatan perjalanan Alexander, tertulis didalam suratnya kepada Ibu dan gurunya, Aristotles. Ia bercerita tentang hewan aneh, tumbuhan besar bahkan orang-orang asing yang hidup didaerah tersebut. Nampak sekali bahwa Alexander menemukan hal-hal yang asing bagi masyarakat Yunani.
Ditulis Oleh
Akhmad Fakhrurroji
Yogyakarta, 28 Juni 2020
pukul 12.01 WIB
Buku: Richard Stone, "Alexander The Great Adventures", Penj: Natalia NA (2020), Alexander The Great Adventures: Petualangan Legendaris, Surabaya: Ecosystem.
Harga: Rp. 40.000,00

Posting Komentar
0 Komentar